ANALISIS LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN FAKTOR RENDAHNYA RETENSI MASYARAKAT PEDESAAN TERHADAP LAYANAN PERBANKAN SYARIAH

Authors

  • Ahmad Fahrudin Fadli Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Mitra Karya Bekasi Author
  • Ahmad Miftahul Karomah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Mitra Karya Bekasi Author
  • Jumadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Mitra Karya Bekasi Author

Keywords:

Literasi Keuangan Syariah; Retensi Nasabah; Inklusi Keuangan; Perbankan Syariah; Masyarakat Pedesaan.

Abstract

Transformasi industri perbankan syariah nasional dalam dua dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan institusional yang signifikan, namun peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh pemerataan tingkat inklusi keuangan syariah pada masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi keuangan syariah masyarakat desa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya retensi penggunaan layanan perbankan syariah pada komunitas rural Muslim. Penelitian dilakukan di Kampung Sumberejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia produktif, memiliki rekening bank formal, namun tidak aktif menggunakan layanan perbankan syariah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat hanya memiliki pemahaman simbolik terhadap konsep perbankan syariah, yakni sekadar mengetahui identitas syariah sebagai bank bebas bunga tanpa memahami struktur akad, mekanisme bagi hasil, maupun prinsip operasional substantif lainnya. Rendahnya retensi penggunaan layanan perbankan syariah dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya tingkat literasi finansial syariah, dominasi infrastruktur bank konvensional, resistensi kultural terhadap perubahan sistem finansial lokal, serta munculnya paradoks antara religiusitas dan perilaku ekonomi praktis masyarakat desa. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan syariah pedesaan memerlukan pendekatan edukasi berbasis komunitas yang melibatkan tokoh agama lokal, penguatan infrastruktur layanan, dan reformulasi strategi komunikasi publik perbankan syariah agar lebih kontekstual terhadap realitas sosial masyarakat rural.

References

. R. O., Luhutan, D. S., Alnaya, D., Akbar, M. A., & Hasyim, H. (2024). Analisis perbandingan kinerja keuangan perbankan konvensional dan perbankan syariah. JUKERDI: Jurnal Kewirausahaan Cerdas Dan Digital, 1(3), 10–28.

Nasution, H. S., Zulkarnain, I., Tanjung, A., & Bustami, A. (2024). Peran lembaga keuangan syariah dalam mendukung UMKM di Kecamatan Kota Tebing Tinggi. Al-A’mal: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 1(2), 23–28.

Prayuda, D. (2024). Peran Perbankan Syariah Dan Implikasinya Sebagai Mediator Sosial Bagi Pelaku Usaha Mikro. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 3(3), 35–52.

Setiawan, I. (2020). Analisis peran perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia: Bank syariah versus bank konvensional. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 8(1), 52–60.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN FAKTOR RENDAHNYA RETENSI MASYARAKAT PEDESAAN TERHADAP LAYANAN PERBANKAN SYARIAH. (2025). Human Capital Management, 3(3), 173-188. https://jurnalpustaka.com/index.php/macan/article/view/117

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.